Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari dinilai pantas menjadi Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Dirjen Kemenkum HAM). Arman dinilai mengetahui peta peredaran narkotika di lapas sehingga bisa memutuskan rantai barang haram itu masuk ke Indonesia. Ketua Umum Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Jefry Tambayong mengatakan, Arman bisa memberikan langkah nyata itu. Pasalnya, butuh ketegasan dari seorang pemimpin yang peduli akan nasib generasi muda.

Apalagi saat ini basic Pak Arman yang menangani masalah narkoba, dirasa pantas menduduki posisi tersebut,” kata dia dalam keterangan pers.

Jefry menegaskan, selama ini 90 persen pengendalian narkoba ada di dalam lapas. Meski sudah terbukti, tapi┬ábelum ada tindakan nyata untuk segera memberangus napi yang menjadi pengendali narkoba. “Ini yang harus segera diubah untuk menghentikan pengiriman narkotika ke Indonesia,” tegasnya. Menurut Jefry, sosok Arman yang merupakan jenderal bintang dua polisi, dirasa bisa mengatasi masalah itu. Karena bukan hanya pengendali yang nantinya akan ditindak, oknum sipir yang juga ikut membantu bandar pastinya akan hilang.

“Karena yang saya lihat selama ini juga, pemberantasan narkotika masih setengah hati,” tambahnya.

Dengan masuknya anggota bhayangkara ke dalam tubuh kementerian hukum dan HAM, pastinya akan memudahkan kordinasi. Apalagi, saat ini, polisi, TNI, hingga bea dan cukai, terus berupaya memberantas upaya penyelundupan yang dilakukan para bandar. “Kalau di hulu sudah dikunci, di bawahnya tak akan bisa bergerak. Dengan begitu, peredaran narkotika di Indonesia akan semakin sedikit,” ungkap dia.

Menanggapi hal itu, Arman Depari merespons santai dorongan untuk menjadi Dirjen PAS. Menurutnya, saat ini dia masih fokus untuk memberantas narkotika di BNN. “Namun kalau negara memanggil, saya siap untuk melanjutkan tugas memberantas narkoba dari dalam lapas,” tegasnya

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *