Arman Depari Sesalkan Jeringan Narkotika Masih Beroperasi di Lapas Akibat Lemahnya Pengawasan

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari kembali menyoroti keterlibatan narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dalam jaringan peredaran narkotika. Hal ini dia katakan menanggapi tertangkapnya Agustiar (39) pria yang diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) atas penyelundupan sabu yang disimpan didalam karung beras Agustiar diketahui merupakan seorang kurir.

Ia menjalankan bisnis narkoba rekannya yang dikenal saat sama-sama mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta. Arman mengatakan, tersangka sendiri sudah selama tiga bulan ini menjalankan penjualan sabu. Dimana bisnis haramnya itu diketahui dikendalikan rekannya yang saat ini mendekam di dalam lapas Salemba.

“Jadi karena dia keluar penjara lebih dulu, makanya dia yang menjalankan bisnis sabu ini,” kata Arman melalui siaran pers, Sabtu (30/5/2020)

Dari kasus terbaru itu, kata Arman, terlihat dengan jelas bahwa narapidana yang ada didalam lapas masih bebas mengendalikan peredaran narkoba. Meski pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, namun pencegahan tak juga dilakukan pihak dirjen PAS. “Kami sudah laporkan nama-nama para pengendali untuk diawasi, namun tetap saja mereka masih bebas menjalankan bisnisnya,” tegas Arman.

Menurut Arman, saat ini yang diperlukan adalah tinggal bagaimana Lapas seharusnya bisa berperan menekan kegiatan bandar narkoba di dalamnya. Peran dari petugas lapas untuk tidak terlibat dengan para bandar merupakan tantangan agar Indonesia bersih dari narkoba. “Sebab narapidana narkoba masih bisa beroperasi dikarenakan adanya bantuan dari oknum petugas lapas,” ujarnya.

Dikatakan Arman, pihaknya, hingga kini masih menggali keterangan lebih dalam dari tersangka untuk membongkar kasus ini lebih dalam. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menjemput rekannya yang menjadi pengendali yang selama ini mengatur peredaran sabu. “Tim masih di lapangan untuk mengembangkan kasus ini, mudah-mudahan semua bisa terbongkar,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan sabu dari sebuah gudang di Jalan Industri Raya, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/5). Sabu seberat 66 kilogram dan 160 ribu butir pil ekstasi itu disembunyikan didalam karung beras paket bantuan untuk mengelabui petugas.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan, pengungkapan yang dilakukan pihaknya berdasarkan Informasi dari masyarakat. Dimana di gudang beras itu akan dilakukan serah terima narkotika jenis sabu. “Dari laporan yang didapat, tim langsung bergerak untuk mengecek lokasi,” katanya

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *