KADO HUT KEMERDEKAAN RI KE-75, BNN RI UNGKAP PULUHAN KILOGRAM SABU

Penyelundupan sabu dengan modus pengiriman dengan truk yang membawa bahan pangan asal Aceh kembali digagalkan BNN RI.

Dua orang pelaku ditangkap dan 49.840 gram sabu diamankan petugas BNN RI dari truk pengangkut kelapa asal Aceh.

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan penyelidikan terkait peredaran gelap narkotika di wilayah Medan dan sekitarnya. Setelah meyakini infonya akurat, petugas BNN RI akhirnya melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap 2 orang pelaku tindak pidana narkotika di Jalan Dusun 19 Pasar Empat Germenia, Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam, Provinsi Sumatera Utara (13/08)

Karo Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono, SIK, M.Si membenarkan adanya pengungkapan tersebut.

Sulistyo Pudjo menjelaskan bahwa kedua orang yang ditangkap yaitu atas nama Sdr. M alias Ipon, merupakan sopir truk dan Mu alias Bamat, kernet truk. Keduanya ditangkap saat mengendarai truk dan dari hasil penggeledahan yang dilakukan petugas menemukan narkotika jenis sabu kristal sebanyak 47 (empat puluh tujuh) bungkus dengan berat bruto 49.840 (empat puluh sembilan ribu delapan ratus empat puluh) gram yang disembunyikan di dalam rongga bak truk dan disamarkan dengan ditumpuk buah kelapa.

“Pengungkapan ini merupakan kado di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-75”, ungkap Sulistyo Pudjo.

Dijelaskan kembali, berdasarkan keterangan kedua tersangka mereka mengaku diperintah oleh IS dan HER untuk membawa sabu dari Aceh ke Jakarta. IS diketahui berada di Aceh, sementara HER merupakan tahanan di Rutan Kelas 1 Palembang, Sumatera Selatan.

Selanjutnya petugas BNN RI pun melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan IS di Kampung Sukarejo, Dusun Nelayan, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Provinsi Aceh, dan HER dari Rutan Kelas 1 Palembang, Sumatera Selatan.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan maksimal hukuman mati.

Rangkaian HANI 2020: Ini Dia Tiga Pemenang Lomba Poster “Bahaya Narkoba” BNN Provinsi dan DPD FOKAN Jatim

PEMBERIAN hadiah kepada pemenang Lomba Poster dalam rangkaian Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 Hidup 100% Sadar Sehat Produktif dan Bahagia dipilih langsung Kepala BNNP Jawatimur Brigjen Pol. Bambang Priyambadha, SH, M.Hum, Senin (10/8/20).

Kegiatan ini juga sebagai bentuk sinergitas DPD Fokan Jawa Timur dan terlaksana atas inisiasi Zaenab Zuraidah Latif, SE selaku Ketua.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Drs. Bambang Priyambadha, SH, M.Hum mengapresiasi kegiatan yang diinisiatori Ketua DPD Fokan Jawa Timur Zaenab Zuraidah Latif, SE yang sudah mensupport dan memberikan masukan yang lebih bagus kepada BNNP Jawa Timur dalam membuat rangkaian kegiatan HANI tahun ini, diawali dari pra HANI dan launching Lomba Poster yang saat ini sudah mendapat 10 besar, hingga dirinya diberikan kepercayaan untuk memilih juara satu dua dan tiga.

“Sebenarnya semua peserta kreatifitas sangat bagus, punya makna yang sangat luar biasa dalam pesan bahaya narkoba. Poster poster ini akan kami expose, share di media BNNP Jawa Timur sehingga masyarakat umum tahu dan melihatnya, agar bertambah kreatifitas yang lain muncul pesan melalui poster,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menegaskan kembali tentang bahayanya peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan Narkoba, jangan sampai merusak karya anak bangsa.

Sementara, Sekretaris DPD Fokan Jawa Timur, Umar Al Khothob mewakili Ketua Zaenab yang berhalangan hadir menyampaikan pesan dan salam hormat kepada jajaran BNNP Provinsi Jawa Timur dalam hal ini Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. Drs. Bambang Priyambadha, SH, M.Hum, Kasi P2M Satriyono, Kasi Dayamas Tri, dan Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Timur Kombes Pol. Arif Darmawan.

Zaenab juga memberikan apresiasi kepada para pemenang lomba poster dalam rangkaian peringatan HANI 2020 dan memohon maaf dirinya tidak bisa hadir karena dalam waktu yang bersamaan ada virtual meeting bersama Kemendagri dan instansi lain di Pendopo Agung Bangkalan.

Zaezura, demikian Zaenab disapa, berpesan kepada para pemenang yang masuk 10 besar dan juara 1, 2, 3 jika sudah mendapatkan hadiah dan piala tidak berhenti di situ kariernya, harus tetap menyebarluaskan.

“Para pemenang harus ikrar “kami bersama BNN dan Fokan tetap melawan bahaya peredaran gelap narkoba, tolak narkoba”, baik melalui media sosial, juga dalam bentuk poster, berperan aktif tak hanya di perlombaan, terus berkarya dan karya-karya kita ini jangan sampai dihentikan oleh penyalahgunaan narkoba,” pesan Ketua DPD Fokan Jawa Timur melalui Umar Al Khotob..

Adapun dalam lomba tersebut, untuk Juara 1 berhasil diraih Anwar Sadat dari Kabupaten Bangkalan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 2.000.000, trophy dan sertifikat. Juara 2 Brian Harmanda dari Kabupaten Sidoarjo mendapatkan uang Rp. 1.500.000 beserta trophy dan sertifikat. Sedangkan untuk Juara 3 diraih warga Kabupaten Pamekasan, Moh. Iskandar Abdillah dengan mendapatkan hadiah uang Ep. 1.000.000 Trophy dan Sertifikat. WAID – JAWA TIMUR

BNN Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilogram Ganja di Bekasi

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram narkotika jenis ganja,  Senin (10/8).  Ganja itu disembunyikan di dalam truk pisang, di kawasan Perumahan Pesona Metropolitan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Kita perkirakan ini kurang lebih ada 450 kg sampai setengah ton. Namun ini masih kita hitung,” ujar Direktur Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, di Bekasi, Senin (10/8).

Arman menerangkan, penangkapan dilakukan setelah dilakukan pengintaian .
“Sudah  dua orang ditangkap, ini pun tadi berusaha melarikan diri. Niatnya seperti itu, barangnya boleh ketangkap tetapi orangnya jangan,” ujarnya.

Pihaknya kini tengah melakukan pengejaran sejumlah pelaku lainnya. Selain itu truk berpelat BE 8722 UX telah disita.

“Saat ini kita lakukan pengejaran yang lain,” ungkap Jenderal bintang dua dengan menambahkan   penghitungan jumlah ganja yang disita masih dilakukan. Termasuk untuk memastikan kualitas ganja yang disita.

“Apakah kualitas dari barang bukti ini merupakan kualitas yang baik, atau kualitas nomor satu atau kurang dari itu, nanti akan kita lihat perkembangannya,” tuturnya.

BNN menggelar penangkapan barang bukti untuk di timbang di lokasi kejadian. Dua orang yang ditangkap pun dijaga ketat petugas bersenjata. serta agar lebih transparan dan langsung di lokasi kejadiannya.

BNN ungkap Penyelundupan Ratusan Kg Ganja di Bekasi

Bekasi Jawa barat – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram narkotika jenis ganja, pada Senin, 10 Agustus 2020. Ganja itu disembunyikan di dalam truk pisang, di kawasan Perumahan Pesona Metropolitan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Kita perkirakan ini kurang lebih ada 450 kg sampai setengah ton. Namun ini masih kita hitung,” ujar Direktur Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, di Bekasi, Senin, 10 Agustus 2020.

Arman menerangkan, penangkapan dilakukan setelah dilakukan pengintaian “Untuk saat ini dua orang, ini pun tadi berusaha melarikan diri. Niatnya seperti itu, barangnya boleh ketangkap tetapi orangnya jangan,” ujarnya. Pihaknya tengah melakukan pengejaran sejumlah pelaku lainnya. Selain itu truk berpelat BE 8722 UX disita.

“Saat ini kita lakukan pengejaran yang lain,” ungkapnya. Jenderal bintang dua itu menuturkan, penghitungan masih dilakukan. Termasuk untuk memastikan kualitas ganja yang disita.

“Apakah kualitas dari barang bukti ini merupakan kualitas yang baik, atau kualitas nomor satu atau kurang dari itu, nanti akan kita lihat perkembangannya,” jelasnya.

BNN menggelar barang bukti untuk di timbang di lokasi kejadian. Dua orang yang ditangkap pun dijaga ketat petugas bersenjata. serta agar lebih transparan dan langsung di lokasi kejadiannya.

BNN Amankan Ratusan Kg Ganja Di Bekasi

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram narkotika jenis ganja yang disembunyikan di dalam truk pisang, di kawasan Perumahan Pesona Metropolitan, Kota Bekasi, Jawa Barat.pada Senin, (10/8/20).

“Kita perkirakan ini kurang lebih ada 450 kg sampai setengah ton. Namun ini masih kita hitung,” ujar Direktur Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari.

Arman menerangkan, penangkapan dilakukan setelah dilakukan pengintaian. “Untuk saat ini dua orang, ini pun tadi berusaha melarikan diri. Niatnya seperti itu, barangnya boleh ketangkap tetapi orangnya jangan,” ujarnya.

Pihaknya tengah melakukan pengejaran sejumlah pelaku lainnya. Selain itu truk berpelat BE 8722 UX disita. “Saat ini kita lakukan pengejaran yang lain,” ungkapnya.

Jenderal bintang dua itu menuturkan, penghitungan masih dilakukan. Termasuk untuk memastikan kualitas ganja yang disita.

“Apakah kualitas dari barang bukti ini merupakan kualitas yang baik, atau kualitas nomor satu atau kurang dari itu, nanti akan kita lihat perkembangannya,” jelasnya.

BNN menggelar barang bukti untuk di timbang di lokasi kejadian. Dua orang yang ditangkap pun dijaga ketat petugas bersenjata. serta agar lebih transparan dan langsung di lokasi kejadiannya.

Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

Sekelompok anggota Badan Narkotika Nasional( BNN) gadungan ditangkap lantaran menyekap dan memeras seorang remaja. Mereka menyekap RA (17) dan menuduhnya menggunakan narkotika. Hal tersebut dikatakan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, Rabu (5/8/2020). “Tadi semua sudah kita lakukan penangkapan, dan juga menyita beberapa barang bukti yang mereka gunakan untuk melakukan aksinya. Jumlah tersangka 4 orang,” kata Arman Depari.

Keempat tersangka yang bernama  Adis, Lucky, Rizki, dan Silva ini awalnya menjalankan modus berpura-pura jadi anggota BNN. Mereka memakai atribut tanda pengenal BNN palsu untuk mengelabui korban. RA pun ditangkap para pelaku karena dituduh memakai narkoba. Setelah itu, mereka sempat menyekap korban dan dibawa berkeliling. “Mereka menjebak korban dan diajak berkeliling dengan mobil. Ke daerah Bogor, Jakarta dan Depok,” kata Arman.

Setelah diajak berkeliling, salah satu pelaku pun menelepon orangtua RA dengan maksud meminta tebusan. Mereka meminta uang sebesar Rp. 20.000.000 “Para pelaku ini meminta uang tebusan sebagai imbalan jika anaknya nanti dilepas,” lanjut Arman. Setelah mendengar permintaan itu, orangtua korban pun melapor ke BNN untuk memastikan kondisi anaknya. Setelah dilakukan pengecekan, pihak BNN tidak menemukan nama korban di daftar orang tangkapan BNN.

Dari situlah pihak BNN melakukan penyelidikan. Alhasil, pihaknya menangkap empat tersangka di kawasan Depok. “Anggota BNN melakukan penyelidikan dan pengejaran. Kemudian pada malam tadi semua sudah kita lakukan penangkapan,” kata dia. Dari hasil tangkapan, pihaknya mengamankan beberapa barang bukti berupa dua borgol, satu senjata jenis air soft gun, alat komunikasi, dan mobil Kijang Innova berpelat B 1394 EYE .

Karena dari hasil penangkapan para pelaku tidak kedapatan membawa atau menggunakan narkoba, pihak BNN akan menyerahkan kasus ini ke Polres Depok untuk ditangani lebih lanjut.

Sekap warga dengan modus narkoba, lima pegawai BNN gadungan diringkus

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap lima orang penyekap warga dengan modus mengaku sebagai pegawai BNN yang meminta tebusan atas tuduhan penyalahgunaan narkoba. Penangkapan kelima pegawai BNN gadungan itu, yakni Adis, Rizki, Dika, Silva, dan Lucky itu dilakukan di Depok, Jawa Barat, dipimpin oleh Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari.

“Atas laporan dan kerja sama orang tua dan keluarga dengan BNN, para pelaku dapat ditangkap tadi (Selasa,4/7) malam,” kata Arman, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu. Kelima tersangka diduga telah melakukan penjebakan, serta penangkapan terhadap warga masyarakat yang bernama Aftalah dan Rafhi dengan tuduhan menggunakan narkoba.

Para pelaku, kata dia, kemudian menyekap dan menyandera kedua korban, serta menghubungi keluarga korban untuk meminta uang tebusan jika ingin anak mereka dibebaskan. Keluarga korban kemudian melaporkan tindak pemerasan tersebut kepada BNN. BNN yang menerima laporan dari keluarga korban segera berkoordinasi dan bergerak cepat untuk meringkus kelima pelaku.

Dalam penangkapan itu, petugas BNN mengamankan barang bukti antara lain borgol, “soft gun”, mobil, tanda pengenal BNN palsu, beberapa alat komunikasi, dan uang tunai sebesar Rp650 ribu. “Oleh karena tidak ada barang bukti narkoba, pagi (5/7) ini (kelima tersangka) rencananya akan dilimpahkan ke Polresta Depok, tempat lokasi kejadian,” tutur Arman.

Anggota BNN Gadungan Minta Uang Tebusan Rp 50 Juta ke Orangtua Korban yang Dijebak

Adis, Lucky, Rizki, dan Silva tampaknya berniat menjadikan aksi penipuan bermodus anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan sebagai pekerjaannya. Setelah menjebak dan menuduh korban jadi penyalahgunaan narkotika tanpa bukti, mereka meminta uang tebusan ke orangtua remaja yang dijebak jadi korban. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan uang tebusan yang diminta keempat pelaku agar anaknya bebas pun tak tanggung-tanggung.

“Awalnya mereka meminta Rp 50 juta ke orangtua korban. Tapi setelah negosiasi turun jadi Rp 20 juta sampai akhirnya turun jadi Rp 15 juta,” kata Arman di kantor BNN, Jakarta Timur, Rabu (5/8/2020). Pelaku mengancam bakal menahan dan menjadikan anak mereka tersangka penyalahguna narkotika bila uang tebusan tidak dibayar.

Beruntung orangtua RA (17) dan AH (17) yang jadi korban lebih dulu melapor ke BNN sebelum melakukan mentransfer uang tebusan ke pelaku. “Anggota BNN melakukan penyelidikan dan pengejaran. Kemudian pada malam (4/8/2020) tadi semua sudah kita lakukan penangkapan dan juga menyita barang bukti,” ujarnya.

Arman menuturkan barang bukti yang diamankan yakni dua borgol, tiga tanda pengenal anggota BNN, satu senjata jenis air soft gun. Mobil Innova berpelat B 1394 EYE yang digunakan menculik kedua korban untuk dibawa berkeliling di wilayah Bogor, Depok, dan Jakarta.

Selama dua hari menculik RA dan AH keempat pelaku sengaja berpindah-pindah lokasi agar keberadaannya tak terlacak petugas. “Pengakuannya mereka sudah dua kali beraksi. Karena tidak ditemukan barang bukti narkoba kasus kami limpahkan ke Polrestro Depok tempat penculikan dan pemerasan terjadi,” tuturnya.

Menyekap Warga, 5 Penipu Mengaku BNN Ditangkap

Sebanyak lima pelaku penipuan ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Depok, Jawa Barat. Mereka ialah Adis, Rizki, Dika, Silva, dan Lucky lantaran mengaku sebagai pegawai BNN. “Para pelaku diduga telah melakukan penjebakan, penangkapan terhadap warga,” ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, melalui keterangan pers, Rabu, 5 Agustus 2020.

Arman menuturkan, para pelaku menangkap dua warga yakni Aftalah dan Rafhi. Kedua korban dituduh menggunakan narkoba. “Para pelaku menyekap dan menyandera kedua korban kemudian menghubungi keluarga korban untuk meminta uang tebusan jika ingin dibebaskan,” terangnya. Jenderal bintang dua itu melanjutkan, pihak keluarga korban lantas melapor. Selanjutnya, orang tua korban dan BNN bekerja sama untuk meringkus pelaku.
“Para pelaku ditangkap tadi malam,” ucapnya.  Sejumlah barang bukti disita yakni borgol, senjata air soft gun, mobil, tanda pengenal BNN, uang tunai, dan gawai. Pihaknya akan melimpahkan para pelaku ke Polresta Depok.

“Karena tidak ada barang bukti narkoba, pukul 10.00 akan dilimpahkan ke Polresta Depok,” tukas Arman.

BREAKING NEWS Peras dan Culik Remaja, Empat Anggota BNN Gadungan Diringkus

Kiprah Adis, Lucky, Rizki, dan Silva sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan yang menculik dan memeras warga berakhir. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan keempatnya terbukti mengaku sebagai anggota BNN lalu menjebak dan menangkap warga. “Mereka mengaku anggota BNN lalu menjebak warga. Melakukan penangkapan dengan alasan warga menggunakan narkoba,” kata Arman di kantor BNN, Jakarta Timur, Rabu (5/8/2020).

Agar korbannya takut dituduh sebagai penyalahgunaan narkotika, pelaku mengenakan tanda pengenal anggota BNN yang mereka buat sendiri. Dua borgol, satu senjata jenis air soft gun, alat komunikasi, dan mobil Innova berpelat B 1394 EYE yang dipakai menculik dan menyandera korban. “Mereka menjebak korbannya lalu disandera. Korban diajak berkeliling menggunakan mobil, berkeliling di daerah Bogor, Depok, dan Jakarta selama dua hari,” ujarnya.

Arman menuturkan penangkapan keempat pelaku berawal saat orangtua korban RA (17) dan AH (17) melapor anaknya ditangkap BNN. Namun setelah dicek jajaran BNN tak pernah menangkap RA dan AH yang merupakan warga Depok atas perkara penyalahgunaan narkotika.

“Pelaku menghubungi orangtua korban untuk meminta uang tebusan kalau mau anaknya dibebaskan. Mereka bilang anaknya positif menggunakan narkoba dari hasil pemeriksaan urine,” tuturnya. Arman menyebut Adis, Lucky, Rizki, dan Silva diringkus pada Selasa (4/8/2020) malam di daerah Depok lalu digelandang ke markas BNN. Tapi karena dari hasil pemeriksaan pelaku tak kedapatan membawa narkoba penanganan kasus jadi pidana umum, bukan narkotika.

“Tersangka dan barang bukti kita serahkan ke Polrestro Depok. Nanti untuk penanganan selanjutnya bagaimana ditangani Polrestro Depok,” lanjut Arman.