SURABAYA: Aksi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan penggiat anti narkoba Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) menggelar turba (turun ke bawah) hingga ke tingkat RT/RW di Surabaya, mulai membuahkan hasil. Mereka optimis, jumlah penghuni berbagai rumah tahanan (Rutan) yang masih didominasi napi kasus narkoba, bakal segera berkurang.

Menurut Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Kartono, saat ini pihaknya bersama penggiat anti narkoba GMDM dan jajaran birokrat sudah melakukan road show ke-7 titik. “Kami akan terus melakukan road show hingga Juni 2020 mendatang,” ujarnya usai road show ke-7 di Taman Mundu Surabaya, Minggu (12/1/2020). Kegiatan turba itu sendiri merupakan rangkaian even Award Surabaya Bersinar 2020. Even ini melibatkan 9.271 RT, 1.405 RW dan 154 kelurahan se- Surabaya.

Agenda menyapa warga ini diharapkan bisa mendorong setiap warga untuk menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri dan keluarga. Berkat kunjungan itu, warga yang semula acuh terhadap kasus narkoba di lingkungannya, berangsur mulai sadar bahayanya menyalahgunakan narkoba. Selain mengincar warga, even ini juga dibuat untuk mendongkrak kesadaran kalangan birokrat.  BNN akan memberikan evaluasi tentang sejauh mana keterlibatan forum pimpinan kecamatan dalam upaya membantu mencegah kasus penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.

Pada bagian lain, Ketua GMDM Kota Surabaya, Yayuk Sriwahyuningsih menyebut kasus narkoba di wilayahnya saat ini memang sangat parah. “Saat saya datang ke Rutan Medaeng 9 Januari 2020 kemarin,  dari 2.861 penghuni Medaeng, 2.048 diantaranya merupakan tahanan kasus narkoba,” ujarnya. Berdasarkan pantauannya saat turba ke ke sejumlah titik bersama BNN, dia menyebut awalnya tidak semua elemen masyarakat merespon dengan baik even seperti itu. Tapi setelah diberi pemahaman, mereka berbalik ikut memberi dukungan.

Para perangkat RT/RW yang dia temui mengaku sebelumnya tidak pernah ada kunjungan turba untuk upaya pencegahan seperti ini, dari instansi terkait. “Mereka awalnya juga memandang kasus narkoba tidak terlalu penting untuk diperhatikan,” ujarnya. Dia mengingatkan, para korban kasus narkoba harus direhabilitasi secara medis dan sosial. Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit,  kalau dilakukan secara mandiri. Sebaliknya biaya rehabilitasi lewat Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) sudah ditanggung oleh negara.

Sementara road show BNN ke kawasan Mundu Surabaya dihadiri 500 orang. Selain dihadiri masyarakat dan aktifis penggiat anti narkoba, momen ini juga dihadiri perwakilan masyarakat dan pengurus Lembaga Ketahanan Masyarakat Kota (LKMK) se Kecamatan Tambaksari.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *