Kiprah Adis, Lucky, Rizki, dan Silva sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan yang menculik dan memeras warga berakhir. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan keempatnya terbukti mengaku sebagai anggota BNN lalu menjebak dan menangkap warga. “Mereka mengaku anggota BNN lalu menjebak warga. Melakukan penangkapan dengan alasan warga menggunakan narkoba,” kata Arman di kantor BNN, Jakarta Timur, Rabu (5/8/2020).

Agar korbannya takut dituduh sebagai penyalahgunaan narkotika, pelaku mengenakan tanda pengenal anggota BNN yang mereka buat sendiri. Dua borgol, satu senjata jenis air soft gun, alat komunikasi, dan mobil Innova berpelat B 1394 EYE yang dipakai menculik dan menyandera korban. “Mereka menjebak korbannya lalu disandera. Korban diajak berkeliling menggunakan mobil, berkeliling di daerah Bogor, Depok, dan Jakarta selama dua hari,” ujarnya.

Arman menuturkan penangkapan keempat pelaku berawal saat orangtua korban RA (17) dan AH (17) melapor anaknya ditangkap BNN. Namun setelah dicek jajaran BNN tak pernah menangkap RA dan AH yang merupakan warga Depok atas perkara penyalahgunaan narkotika.

“Pelaku menghubungi orangtua korban untuk meminta uang tebusan kalau mau anaknya dibebaskan. Mereka bilang anaknya positif menggunakan narkoba dari hasil pemeriksaan urine,” tuturnya. Arman menyebut Adis, Lucky, Rizki, dan Silva diringkus pada Selasa (4/8/2020) malam di daerah Depok lalu digelandang ke markas BNN. Tapi karena dari hasil pemeriksaan pelaku tak kedapatan membawa narkoba penanganan kasus jadi pidana umum, bukan narkotika.

“Tersangka dan barang bukti kita serahkan ke Polrestro Depok. Nanti untuk penanganan selanjutnya bagaimana ditangani Polrestro Depok,” lanjut Arman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *