Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menggagalkan penyelundupan narkotika seberat 291 kilogram. Ratusan kilogram barang haram itu terdiri dari 160 kilogram jenis ganja dan 131 kilogram sabu-sabu. Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan, barang haram itu berasal dari pulau Sumatera. Dalam kasus ini, polisi menangkap dan menetapkan empat orang menjadi tersangka.

Nana menyebutkan keempatnya adalah Haerul Saleh alias Bejo dan Novan alias Kentang yang merupakan kurir dalam kasus ganja. Sementara dua tersangka lain, yakni AP alias Bedul dan HG alias Bonges sebagai kurir sabu. Nana menjelaskan, pengiriman ratusan kilogram narkoba jenis ganja itu diketahui berdasarkan informasi dari masyarakat. Informasi itu menyebut bahwa ada pengiriman ganja dari Aceh menggunakan jasa pengiriman atau kargo di daerah Bogor Tengah, Kota Bogor Jawa Barat. Atas informasi itu, polisi pun langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menangkap tersangka pada Selasa 14 Juli 2020 di depan Puskesmas Belong, Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Anggota langsung melakukan pengejaran ke lokasi tersebut dan di sana kami koordinasi dengan pemilik kargo tersebut,” kata Nana, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (3/8). Dari kedua tersangka, polisi mendapatkan barang bukti berupa 70 kilogram yang dibungkus menggunakan sampul buku lembar kerja siswa (LKS). Modus membungkus paket ganja dengan buku LKS tersebut untuk menghindari kecurigaan polisi. Seolah-olah, masyarakat mengetahui jika kedua tersangka menerima paket buku pelajaran siswa.

Berangkat dari penangkapan tersebut, polisi melakukan pengembangan. Esoknya, pada Rabu 17 Juli 2020, polisi melakukan penggeledahan di kediaman Novan yang berada di Jalan Lebak Pasar, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor. Dari penggeledahan itu didapati sabu seberat 9,81 gram. Barang haram itu disembunyikan dalam kotak rokok.

“Kami melakukan penggerebekan di kediaman kedua tersangka tadi. Di sana didapatkan sabu-sabu yang dimasukkan dalam bungkus rokok,” sebut Nana. Selang beberapa hari kemudian, Nana menyebut bahwa pihaknya kembali mendapat informasi akan ada pengiriman paket narkotika ke alamat serupa. Dari informasi itu, polisi kembali melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menemukan lima kardus berisi ganja seberat 90 kilogram.

“Juga dibungkus dengan buku LKS tadi. Seolah-olah bawa ganja ini ya sebagai kamuflase ya, mereka seolah-olah bawa buku pelajaran,” tambah Nana. Tak lama setelah pengungkapan ini, polisi menerima laporan dari masyarakat terkait adanya rencana pengiriman narkotika jenis sabu dari Pulau Sumatra. Berdasar informasi itu, polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya, diketahui bahwa barang haram itu disimpan di wilayah Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kemudian polisi menyelidiki daerah itu.

Hasilnya, polisi mengetahui barang itu disimpan di sebuah truk fuso di Komplek Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang berlokasi di Jalan Panjang Cipulir, RW 09, Kebayoran Lama, Jakarta. Kemudian, polisi melakukan penggerebekan. Dari tindakan itu, dua orang ditangkap, yakni AP alias Bedul dan HG alias Boges. Dari kedua nya, polisi mendapati enam buah tas berisi 131 kilogram sabu-sabu. Di dalam tas, barang haram itu dibungkus plastik bening.

“Di dalam truk itu, sabu-sabu itu ditutupi menggunakan batu bata merah,” jelas Nana.

Nana mengatakan, keduanya mendapat perintah dari seseorang yang berstatus DPO atas nama Santi alias Selvy. Nana memastikan pihaknya sedang memburu Santi. “Mereka sedang menunggu atau mengambil ada seseorang untuk mengambil truk tersebut di lokasi, tetapi kita tunggu-tunggu tadinya sesuai informasi truk tersebut akan ada yang mengambil, tetapi yang bersangkutan tidak datang, akhirnya tetap kita amankan,” ungkap Nana.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman penjara singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Ribuan Tersangka
Terkait kasus narkotika ini, Nana menyebut bahwa pada periode Januari-Juli 2020 Polda Metro Jaya telah menangani 2.894 kasus narkotika. Dari ribuan kasus itu polisi menetapkan sebanyak 2.586 tersangka. “Barang buktinya sebesar 632 kilogram ganja. Kemudian, Sabu-sabu seberat 519 kilogram,” lanjut Nana.

Kemudian, polisi juga turut menyita 109.993 butir ekstasi. Lalu, ada 92.275 butir narkotika jenis happy five. Berdasarkan jumlah barang bukti itu, Nana menyatakan bahwa peredaran narkotika di wilayah hukum Polda Metro Jaya, khususnya DKI Jakarta sangat tinggi. “Kami berkomitmen Jakarta harus zero narkoba dan berkomitmen tak ada ruang bagi peredaran narkoba. Juga untuk menyelamatkan generasi muda bangsa,” tutup Nana.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *