Road Show Award  Surabaya Bersinar 2020 dengan mengusung tema ‘Suroboyo Wani Lawan Narkoba’ dipelopori BNNK Surabaya  menggandeng Drugnews (anggota dan bagian dari GMDM) guna mewujudkan Surabaya terbebas dari narkoba diselenggarakan di Taman Mundu, Tambaksari, Surabaya, Minggu (12/2/2020). Dalam sambutannya, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, AKBP Kartono SH MHum menyatakan,  road show Award  Surabaya Bersinar kali ini adalah yang ketujuh kalinya , yang saat ini digelar di  Kecamatan Tambaksari terbilang cukup responsif.

“Setelah ini diimplementasikan  masyarakat Kecamatan  Tambaksari untuk berani melawan narkoba. Kami bersama Pak Camat agar keluarga dijaga dengan baik. Jangan sampai ada keluarga yang menjadi korban narkoba,” ucapnya.  Menurut Kartono, deklarasi anti narkoba ini untuk memberikan pemahaman dan pengertian pada masyarakat melalui Muspika, kelurahan dan kecamatan  tentang bahaya narkotika. BNN akan terus  memerangi narkoba bersama-sama dengan   masyarakat.

“Mari kita sampaikan pada  keluarga dan saudara agar jangan mendekati narkoba, karena merusak masyarakat. Kini, ada  250 orang yang kecanduan narkoba dan ‘kopler’ . Mereka ini tidak mungkin sekolah lagi,” cetusnya. Dijelaskan Kartono, jangan sampai Indonesia dijajah oleh narkoba. Para orang tua harus memberikan informasi pada anaknua agar jangan dekat dekat  narkoba.  Tahun ini ada 1.600 kasus dan tersangkanya ada  2.200 di Surabaya.Sedangkan, total di  Jatim mencapai 10.000 pecandu dan pengguna narkoba. Mereka menghuni Lapas Prong, Lapas Smapang, Lapas Madiun,  Medaeng, Lowok Waru, Malang.  “Kini penghuni Lapas sampai overload,” ungkapnya.

Mereka yang terkena narkoba tidak hanya  dari kalangan usia dewasa, tetapi anak anak sudah ada yang terkena narkoba. Bahkan, anak berusia 8 tahun sudah terkena narkoba. “Ketahanan keluarga akan membentengi diri dari narkoba. Di Malaysia harga sabu-sabu (SS) hanya Rp 500 juta dan dijual di Indonesia seharga Rp 2  miliar. “Mari satu hati kita melawan narkoba,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua GMDM Kota Surabaya, Yayuk Sriwahyuningsih mengharapkan, ingin  mewujudkan Surabaya bersih dari narkoba.  “Kegiatan kali ini, dihadiri sebanyak  500 peserta,” katanya. Kegiatan sosialisasi pencegahan narkoba ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Ini mengingat data per –  9 Januari 2020 di Lapas Medaeng saja, tahanan laki laki  yang terkena kasus narkoba mencapai 2.894 orang.

“Kalau tidak diselengarakan sosialisasi P4GN dan penanggulangan narkoba, dampak narkoba akan makin meluas.  Kami ingin masyarakat berperan aktif untuk pencegahan dan pemberantasan, serta peredaran gelap narkoba,” tukasnya. Di tempat yang sama, Camat Tambaksari Ridwan menegaskan,  para orang tua harus menjaga dengan baik anak-anaknya. “Kita tidak boleh membiarkan anak anak masa depannya rusak. Saya mengupayakan menghadirkan masyarakat untuk hadir di sini, untuk mendengarkan nasehat dari BNNK agar menjauhi narkoba,” katanya. Dengan penandatanganan deklarasi ini, sebagai bentuk komitmen melawan narkoba demi masa depan anak-anak sebagai generai penerus bangsa Indonesia.

“Ada 500 orang yang hadir dalam acara kali ini. Kecamatan Tambaksari mendapatkan giliran road show kali ini dan menyambut baik.  Kec. Tambaksari agak rawan, karena penduduknya padat. Banyak warga Tambaksari  yang terkena narkoba . Kegiatan seperti ini, kami sambut baik dan selalu mengingatkan masyarakat untuk menjauhi narkoba,” tukasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *