Jumlah pecandu narkoba setiap tahun di Sumut terus mengalami peningkatan secara drastis.

Hal itu diungkapkan Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Arman Depari saat memberikan materi di acara Pelantikan Pengurus Badan Kordinasi Nasional Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) DPD Provinsi Sumut DPK Medan periode 2018-2023 di Gedung CWS Jalan Gatot Subroto No 122 Medan, Jumat (22/6/2018).

“Urutan pertama Jakarta dan Sumut mendapat ranking kedua. Sedangkan pada tahun 2016 Sumut berada di posisi ketiga. Berarti Sumut semakin parah dengan berada di posisi kedua tahun 2017,” katanya.

Maka dari itu, katanya untuk menekan jumlah pemakai narkoba tidak cukup dengan hanya melakukan tindakan penegakan hukum.

“Berbagai cara kita lakukan untuk menekan jumlah pecandu. Salah satunya dengan membentuk relawan Anti narkoba,”ujar Arman Depari.

Ia mengaku relawan Anti narkoba sangat penting keberadaannya dalam membantu menekan jumlah pecandu di Sumut.

Menurut Arman, dari 250 juta jumlah penduduk Indonesia sebanyak 2,25 persen atau 4 hingga 4,5 juta orang merupakan pecandu narkoba.

Maka dari itu, Presiden Joko Widodo menetapkan Indonesia menjadi negara darurat narkoba. Dengan kata lain, perang terhadap narkoba.

“Membentuk organisasi antivnarkoba atau relawan sebagai upaya perang terhadap narkoba, dengan cara pencegahan. Untuk itu, peran serta relawan sangat diharapkan di tengah-tengah masyarakat guna menolong yang sudah tersesat akibat kecanduan narkoba. Selain itu, secara perlahan membangun kekuatan untuk membentengi diri dari narkoba,” kata Arman yang juga sebagai Pembina GMDM.

Arman Depari berharap dengan adanya relawan ini, mereka dapat bersentuhan dengan para pecandu.

“Di Jabar, relawan mendatangi para pecandu hingga penderita HIV untuk dirawat agar tidak kecanduan lagi. Karena, rata-rata dari pecandu tidak diterima keluarganya atau diperhatikan dan bahkan dikucilkan masyarakat. Untuk itu, kehadiran relawan sangat penting merangkul mereka agar tetap semangat menatap hidup demi masa depannya,” ujar Arman.

Dikatakannya, menjadi relawan jangan sekalipun berpikir dapat imbalan materi.

Malahan, kata Arman, justru sebaliknya harus banyak berkorban.

“Menjadi relawan tentunya bekerja dengan hati. Tugas relawan sangat mulia karena menyelematkan nyawa orang lain. Hal ini harus dilakukan karena kalau tidak sukarela, maka korban akan semakin banyak berjatuhan,” katanya.

Arman menambahkan, melakukan pencegahan narkoba tidak usah menunggu terjadi musibah akibat dari narkoba itu sendiri, seperti meninggal dunia dan sebagainya. Artinya, bisa dimulai dari lingkungan sekitar rumah.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *