“Apa itu narkoba?” Tanya Dra Neni Nurmala, Ketua dari GMDM Kab Kuningan  di hadapan murid-murid SD Negeri Windusari Kuningan, Jawa barat. Seorang anak mengacungkan jarinya, lalu dipanggil maju ke depan. Tanpa ragu anak itu menjawab, “Narkoba itu obat-obatan terlarang.”

Begitulah suasana pembukaan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan Minum susu di sekolah SD Negeri Windusari, Senin, 30 Juli 2019. Bukan cuma murid yang mengikuti kegiatan ini, tapi juga para guru. Neni lalu menjelaskan bahwa narkoba itu zat adiktif yang disalahgunakan. Narkoba yang disalahgunakan itu berupa narkotika, psikotripika dan zat adiktif lainnya.

Dengan gaya interaktif, Neni bertanya ke anak-anak, siapa di antara mereka yang pernah dicabut giginya. Rata-rata menjawab bahwa mereka pernah ke dokter gigi untuk dicabut giginya.

“Nah, tahu tidak, obat yang digunakan itu bagian dari narkotika, tapi digunakan untuk yang bermanfaat,” jelas Neni.

Neni melanjutkan dengan mengajukan pertanyaan, kenapa narkoba dilarang? Jawabnya, karena bisa merusak otak. Anak-anak lalu diajak meneriakkan yel-,yel, “Narkoba, no. Prestasi yes yes yes. Luar biasa.”

Neni mengingatkan, agar anak-anak tidak mudah tergoda oleh bujukan orang yang tidak dikenal. Karena bisa saja justru mengajak ke perbuatan negatif.

Neni lalu menjelaskan dampak buruk narkoba, di antaranya kalau gunakan narkoba bisa merusak tubuh, dan merugikan orang lain. Dikatakan, pengguna narkoba juga bisa susah konsentrasi dan cenderung suka menyakiti diri sendiri. Mengisap lem itu juga adalah narkoba. Maka, jangan ditiru karena dampknya bisa merusak dan merugikan diri sendiri.

Neni menegaskan bahwa yang didapat dari narkoba hanya tiga, yakni masuk penjara, masuk rumah sakit jiwa dan mati.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *