Seluruh perangkat Kecamatan Krembangan, Surabaya, menyambut positif sosialisasi bahaya narkoba yang digelar LSM Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) Kota Surabaya, Senin (19/2/2018). Kenapa?

Camat Krembangan, I Gede Yudhi Kartika, ditemui di sela acara mengatakan, ada beberapa hal yang membuat mereka antusias mendengar sosialisasi yang diakui sangat positif tersebut.

Pertama, wilayah yang sebelumnya pernah ada lokalisasinya ini termasuk daerah rawan peredaran narkoba. Terlebih, lanjut Yudhi, dia mendengar sudah ada sekitar 5 sampai 6 warga yang tersandung kasus narkoba.

Kedua, di wilayah ini banyak usaha kos-kosan yang dihuni non penduduk setempat, sehingga rawan disusupi pengedar narkoba.

“Wilayah kami memang rawan, karena ditempati eks lokalisasi dan punya banyak usaha kos-kosan,” ungkap Yudhi, Senin (19/2/2018).

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah peredaran narkoba dan bentuk kejahatan lain dengan menggelar operasi yustisi rutin.

Apalagi para pemilik kos-kosan di wilayah yang memiliki 5 kelurahan dengan 120 ribu jiwa itu mayoritas enggan melaporkan penghuni kos ke RT/RW.

Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, para staf kecamatan, terutama mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diberi penyuluhan tentang Kampung Bebas Narkoba.

Para staf ini nantinya akan membantu menyebarluaskan informasi itu ke berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan PKK, pendidikan anak usia dini (Paud), di lingkungan RT/RW dan sebagainya.

Dalam sosialisasi itu GMDM Kota Surabaya memberi pemahaman tentang hubungan antara kasus narkoba dengan HIV/Aids, dan peran keluarga yang sebetulnya menjadi kunci utama kasus yang membahayakan tersebut.

Ketua GMDM DPW Kota Surabaya, Yayuk Sri Wahyuningsih, menyebut Kecamatan Krembangan hanyalah salah satu dari target penyuluhan di 185 titik yang akan mereka gelar tahun ini.

“Kebetulan saja di Krembangan memang ada bekas lokalisasinya,” ujar dia sembari menambahkan kegiatan yang sama sebelumnya juga sudah digelar di Kecamatan Semampir.

Yayuk berharap masyarakat Kota Surabaya nantinya benar-benar memahami bahaya, dampak, dan sanksi terhadap penyalahgunaan narkoba.

Dia yakin penyuluhan ini akan berkembang dan bersinergi dengan instansi pemerintahan/swasta/elemen/LSM/ormas lain, untuk membantu menyelamatkan generasi emas arek Surabaya.

“Ini perjuangan yang tidak mudah, apalagi Surabaya merupakan kota v paling banyak kasus narkobanya,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *