Untuk mencegah dan memerangi peredaran narkoba, Bakornas Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) DPD Jawa Tengah, bersinergi dengan Pemerintah Kota/Kabupaten Pekalongan, Polres Pekalongan Kota serta Kodim 0710/Pekalongan menggelar Deklarasi Anti Narkoba, Kamis (14/3).

Acara deklarasi yang berlangsung di Hotel Dafam Pekalongan ini dirangkai dengan kegiatan Training of Trainer (ToT) Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kota/Kabupaten Pekalongan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Pekalongan Saelany Machfudz, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, Ketua Bakornas DPD Jateng Joko Prabowo beserta anggota, perwakilan BNN Provinsi Jawa Tengah AKBP Windarto, perwakilan Kepala Sekolah dan siswa-siswi dari SMA dan SMK se-Kota/Kabupaten Pekalongan.

Walikota Pekalongan Saelany Machfudz yang membuka kegiatan itu mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan sangat mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut dalam rangka memerangi kasus narkoba.

Disampaikan Saelany, upaya mencegah dan menghentikan peredaran narkoba tentu menjadi tanggung jawab semua lapisan masyarakat, tidak hanya tanggung jawab Polri dan Pemerintah Daerah saja.

“Semua lapisan wajib ikut berperang melawan narkoba, melalui bidang dan keahliannya masing-masing. Hal ini dikarenakan apabila semua lapisan masyarakat bersatu, maka akan memperkecil ruang gerak peredaran narkoba dengan segala jenis dan ragamnya. Selain itu, tekad Pemerintah beserta segenap jajaran BNN, tidak akan ada artinya manakala tidak memperoleh dukungan yang signifikan dari masyarakat,” papar Saelany.

Pemkot Pekalongan dibantu Polres Pekalongan Kota menyatakan sangat tegas melawan peredaran dan penggunaan narkoba untuk menyelamatkan generasi muda Indonesia khususnya di Kota Pekalongan. Ia berharap melalui deklarasi dan ToT P4GN ini akan menekan angka peredaran narkoba di Jawa Tengah pada umumnya dan di Kota Pekalongan pada khususnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua GMDM Provinsi Jawa Tengah, Joko Prabowo menuturkan kegiatan ini telah rutin diselenggarakan. Pelaksanaannya melibatkan seluruh komponen masyarakat baik dari unsur pemerintah maupun nonpemerintah yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan secara mendalam tentang dampak penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya peran aktif seluruh komponen masyarakat dalam memberantas narkoba.

“Tujuannya diselenggarakan Tot sekaligus Deklarasi Anti Narkoba di seluruh Indonesia adalah pada dasarnya dari instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 untuk aksi nasional dalam mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba. GMDM kita awali dari SMA, SMK baik negeri dan swasta di Jateng. Kasus narkoba ini sudah sangat memprihatinkan karena telah menjalar sampai ke anak-anak, tidak kenal usia dan juga tempat,” paparnya.

Melalui kegiatan ini, Joko mengajak semua lapisan dan menekankan kepada sekolah-sekolah untuk mempunyai Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba. Lebih lanjut, kata dia, pihaknya siap membantu untuk melakukan rehabilitasi untuk para pecandu narkoba.

“Tokoh Agama, masyarakat, negara bagaimana harus bersatu padu memberantas narkoba. Jadi siapapun itu, tetangga, sekolah, ASN yang tercandu narkoba bisa laporkan kepada kami. Kami siap untuk di depan dan tidak akan ada yang namanya dimasukkan penjara, akan kami bantu rehab siapapun itu, apapun agamanya kita tetap satu untuk memerangi narkoba untuk menyelamatkan generasi muda. Harapannya di tahun 2020 Provinsi Jawa Tengah khususnya Kota dan Kabupaten Pekalongan bisa bersih dari narkoba,” imbuh Joko.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *