Konsolidasi GMDM Di Tahun Politik

 Pengurus Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) menegaskan, GMDM adalah ormas sosial, bukan organisasi politik. Penegasan itu disampaikan kembali usai mereka konsolidasi di sebuah hotel di Surabaya, Jumat (20/4/2018).

Konsolidasi GMDM Jatim diadakan setelah di tahun politik ini ada personilnya yang berpolitik dengan membawa nama GMDM. Dan itu terlarang. Pelanggaran.

Konsolidasi ini dihadiri Penasehat GMDM dari Jakarta, Dr.Aad Harharah. Selain itu hadir pula di antaranya Ketua GMDM Jatim, Agus Triwiyono, Sekretaris Siswanto, dan Ketua GMDM Kota Surabaya, Yayuk Sri Wahyuningsih.

Aad mengakui, adanya anggota yang berpolitik dengan membawa bendera GMDM sempat menimbulkan perselisihan yang berpotensi perpecahan di tubuh organisasi yang menaruh perhatian terhadap penyalahgunaan narkoba ini.

Aad mengaku sangat menyayangkan itu. Menurutnya, tindakan anggota yang keluar rel tersebut bisa merusak kehormatan organisasi GMDM.

Namun demikian, beberapa orang yang berusaha merusak keharmonisan keluarga besar GMDM tersebut tidak dikenai sanksi. Mereka masih diberi kesempatan menjadi keluarga besar GMDM, selama mau berubah dan kembali ke visi misi GMDM.

Dan lagi, kesalahan mereka itu hanya karena ketidakpahaman mereka berorganisasi yang benar. “Tapi jika setelah kejadian ini mereka masih tetap tidak berubah, ya dengan sangat terpaksa kami berhentikan dari keanggotaan,” tandasnya.

Ditegaskan, GMDM sebenarnya tidak melarang anggotanya terjun ke politik, tapi jangan membawa nama GMDM. “Kami tidak melarang mereka ikut berpolitik, tapi jangan membawa nama GMDM,” tambahnya.

Dipaparkan, GMDM dibangun dengan tujuan ingin menyelamatkan generasi bangsa agar tidak menyalahgunakan narkoba. Itulah yang menjadi prioritas bahwa kegiatan yang dilakukan ormas ini murni sosial.

Organisasi ini tidak ada yang mendanai, dan pengurus maupun anggotanya yang sudah ribuan tidak dibayar. Semuanya relawan yang memiliki kepedulian tinggi untuk mencegah peredaran narkoba.

Sedangkan biaya untuk berbagai kegiatan biasanya didapat dari pengurus sendiri, atau dari hasil kerjasama dengan lembaga atau instansi yang punya visi sosial.

“Kami tidak dibayar sama sekali, bahkan kadang keluar duit pribadi. Tapi semua itu kami lakukan dengan senang hati,” kata Aad. “Dan kalau ada bantuan dari donatur tetap kami lihat peruntukannya, jangan sampai bantuan itu akan merusak cita-cita GMDM,” tambahnya.

Dikatakan, anggota GMDM di Jatim saat ini mencapai 120.000 personil, termasuk 3.000 anggota berada di Surabaya.

“Kami tidak pernah menutup pintu pada siapa saja yang mau bergabung, tapi kami selalu terlebih dulu latar belakang dan tujuan mereka yang mau bergabung. Dan jumlah kami terus bertambah, karena kami ingin negeri ini bersih dari narkoba,” tuturnya.

Ketua GMDM Jatim, Agus Triwiyono, juga menegaskan, GMDM tidak berafiliasi dengan partai politik manapun, dan GMDM tidak berpolitik.

“Saya tekankan di sini, GMDM tidak berpolitik. Jika ada anggota ingin mencalonkan diri sebagai anggota dewan silakan. Lakukan itu secara individu, bukan mengambil kesempatan dan menggunakan organisasi ini,” tegas Agus.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *