Mengantisipasi Penyalahgunaan Narkoba, SMP Negeri 1 Nusaherang adakan test urine

WhatsApp Image 2019-11-08 at 11.01.58

Mengantisipasi Penyalahgunaan Narkoba, SMP Negeri 1 Nusaherang adakan test urine

Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah Dan Mengobati (BakornasGMDM) DPD Jawabarat dan DPK GMDM Kuningan terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di Kota Kuningan. Bahkan agar peredaran narkoba tidak menyebar dan merusak generasi muda di kuningan Bakornas GMDM DPK Kuningan telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah baik tingkat SD, SMP dan SMA.

Bakornas GMDM DPK Kuningan mencurigai jika sudah ada oknum siswa sekolah mulai dari tingkat SMP dan SMA yang mulai mengenal narkoba. Untuk itu pihak IPWL Bakornas GMDM DPK GMDM Kuningan berkerjasama dengan sekolah SMP Negeri 1 Nusaherang, Kuningan menggelar kegiatan tes urine mendadak untuk mengantisipasi siswanya yang mulai mengenal narkoba.

Tes urine dilakukan disela-sela sosialisasi bahaya Narkoba di SMP Negeri 1 Nusaherang Jl. Raya Cikadu, Kabupaten Kab. Kuningan Kamis (07/11/2019).

Bang BILLAL, ketua IPWL GMDM Jawabarat mengatakan, generasi muda khususnya pelajar merupakan sasaran yang empuk bagi peredaran narkoba. “Karena pelajar ini masih dalam masa transisi dan maunya mencoba hal-hal yang dianggap baru namun seringkali membahayakan,” ujarnya.

Menurut dia, penyelenggaraan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba bagi generasi muda khususnya bagi siswa-siswi SMP dan SMA ini merupakan salah satu upaya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Perang terhadap narkoba perlu terus dilakukan, ini karena masalah narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat, karena narkoba sudah merambah keseluruh penjuru wilayah Kuningan, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, dari perguruan tinggi hingga SD, dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat,” katanya.

Ia mengatakan, masyarakat harus berani mengatakan “tidak”, termasuk tidak coba-coba dengan narkoba.

“Banyak faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba, yang pertama adalah faktor diri yaitu diantaranya adalah rasa keingintahuan yang besar untuk mencoba, untuk bersenang-senang serta untuk bisa diterima dalam satu komunitas,” katanya.

Sedangkan faktor kedua adalah faktor lingkungan, yaitu diantaranya keluarga yang bermasalah, pergaulan yang salah maupun kurangnya aktivitas/menganggur.

Leave a Comment

Your email address will not be published.