SEBUAH rumah di kawasan Teluk Gong, di Villa Teluk Permata, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10/3) digrebek Badan Narkotika Nasional (BNN). Belakangan rumah yang dijadikan sebagai pabrik sabu oleh kakak beradik berinisial J dan F tersebut diketahui dikendalikan oleh seorang napi dari sebuah lapas di Jawa Tengah. Deputi Pemberantasan dan Penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan napi tersebut berinisial A dan bertugas mengendalikan pabrik sabu rumahan itu.

“Ada satu orang yang terlibat dalam kegiatan ilegal ini dan yang bersangkutan berada di LP, di Jawa Tengah,” kata Arman, di lokasi. Menurut Arman, pelaku A mengendalikan narkobanya dengan menghubungi kedua tersangka lainnya untuk mengontrol pembuatan narkoba. Selain melakukan kontrol, A juga diketahui mengajari keduanya dalam membuat dan meracik sabu melalui prekusor. Sejauh ini, BNN masih mendalami kasus tersebut.

Arman menjelaskan bahwa pabrik sabu rumahan itu sudah sejak beberapa minggu lalu beroperasi. Bahkan disinyalir sudah ada hasil produksi dari pabrik tersebut. “Namun ini baru melakukan tindakan penggerebekan, maka kami belum sempat menanyakan lebih detil lagi,” tegas Arman.

Produksi sabu rumahan

Seperti diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggrebek sebuah rumah di kawasan Teluk Gong, di Villa Teluk Permata, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10/3) siang. Pada kesempatan itu petugas mengamankan sejumlah barang bukti seperti bahan kimia pembuatan sabu, salah satunya prekusor serta dua kakak beradik, berinisial J dan F. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan pengungkapan itu tidak lepas dari informasi masyarakat adanya kegiatan yang mencurigakan.

Arman menambahkan, apabila dilihat dari luar maka tidak akan menyangka bahwa di dalam rumah tersebut menjadi tempat produksi sabu dengan skala besar.

“Sekalipun kita lihat produksi rumahan. Namun jika dilihat hasil produksinya menghasilkan cukup banyak,” sambung Arman.

Pantauan di lokasi, rumah bernomor S1 tertutup rapi dengan fiber plastik hijau. Sementara di ruang tamu terdapat gantungan jemuran kain yang digunakan untuk menyaring sabu. Sementara di bagian tengah, ada sejumlah alat peracikan sabu layaknya laboratorium. Tabung tabung sabu, dan alat kimia seperti prekusor dan aseton juga banyak ditemukan.

“Ini yang akan kami telusuri nanti. Sebagian besar memang mereka membuat sendiri,” ucap Arman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *