Bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo, usaha transpotasi berbasis aplikasi GobackAe Surabaya akhirnya resmi diluncurkan, Minggu (5/8/2018).

Kerjasama ini berupa pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terhadap seluruh pengemudi GobackAe, baik yang roda dua maupun roda empat.

Peluncuran GobackAe sekaligus penandatanganan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerja ini dilakukan di pelataran Giant Rajawali Surabaya, dihadiri sekitar 1.500 orang dari berbagai komunitas, di antaranya GMDM (Gerakan Mencegah Dan Mengobati), para driver GobackAe, UMKM Surabaya Bersinar, dan beberapa kelompok senam.

Selain mereka, acara ini juga dihadiri di antaranya Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo, Poedji Santoso, Ketua GMDM Jawa Timur, Agus Triwiyino, Direktur Operasional Gobackae yang juga Sekretaris GMDM Jatim, Siswanto, dan Ketua GMDM Surabaya, Yayuk Sri Wahyuningsih.

Ketua GMDM Surabaya, Yayuk Sri Wahyuningsih, mengatakan, Gobackae merupakan satu unit usaha yang dilahirkan GMDM. Usaha transpotasi berbasis aplikasi GobackAe ini di Surabaya ada 700 driver motor roda 2 dan 200 driver roda 4.

Dikatakan, seluruh driver GobackAe Surabaya ini sebenarnya telah didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo, namun di antaranya ada yang terkendala, sehingga yang saat ini sudah resmi terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan sekitar 650 driver motor roda 2 dan sekitar 100 driver roda 4.

Selain mereka, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melaunching Gobackae Sidoarjo, Lamongan dan Gresik, yang semua drivernya juga akan didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo.

Yayuk mengatakan, pihaknya mendaftarkan seluruh driver GobackAe dengan tujuan supaya tidak menanggung beban moral bila mereka sampai mengalami musibah kecelakaan kerja dan kematian. Di samping itu, supaya mereka lebih tenang dan produktif saat bekerja, karena telah terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo, Poedji Santoso, mengatakan, para pengemudi ojek online ini tergolong pekerja rentan kecelakaan, sehingga sudah sepatutnya terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ditambahakan, mereka kategori pekerja sektor Bukan Penerima Upah (BPU), yang sementara ini daftar 2 program BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Dengan perlindungan tersebut, jelas Poedji, bila mereka sampai mengalami musibah kecelakaan kerja, seluruh biaya perawatan sampai sembuh akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan. Bila meninggal akibat kecelakaan kerja, ahli warisnya akan menerima santunan Rp 48 juta, dan bila meninggal biasa santunannya Rp 24 juta.

Poedji juga menyampaikan, dengan tambahan kepesertaan dari driver Gobackae ini jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo saat ini tercatat telah mencapai sekitar 10.000 tenaga kerja aktif sektor BPU, masih kurang dari yang ditargetkan tahun ini sebanyak 18.000 tenaga kerja BPU.

Namun demikian Poedji optimis target tahun ini akan terpenuhi, terlebih dengan semakin meningkatnya sinergitas antara pihaknya dengan GMDM yang memiliki banyak komunitas. Dia juga menyatakan, pihaknya siap mensuport kegiatan ormas yang memiliki komitmen mencegah dan memberantas peredaran narkoba ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *