Polres Metro Jakarta Selatan menangkap empat orang kurir dan pengedar narkoba jenis ganja dan sabu. Empat orang tersebut diketahui atas nama inisial AP alias Bedul, HG alias Bonges, Haerul Saleh alias Bejo dan Novan alias Kentang, yang ditangkap di lokasi yang berbeda. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, anggotanya lebih dulu melakukan penangkapan terhadap Haerul dan Novan terkait peredaran ganja. Penangkapan ini dilakukan pada 14 Juli 2020 sekitar pukul 13.00 Wib di depan Puskesmas Belong, Jalan Roda No. 25, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Ini merupakan kasus dari hasil pengembangan dari kasus sebelumnya di mana ada kasus 300 kilogram yang diungkap. Tersangka ada 2 saduara HS dan NK vahwa informasi akan ada pengiriman ganja yang berasal dari Aceh melalui pengiriman jasa atau kargo ke TKP yaitu di Bogor Tengah, Kota Bogor,” kata Nana di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (3/8).

Polisi kemudian langsung melakukan pengejaran ke lokasi kejadian. Hasilnya didapatkan 70 bungkus ganja dengan berat 70 kilogram yang dibungkus dengan menggunakan buku Lembar Kerja Siswa (LKS).

“Jadi hampir seolah-olah ini masyarakat menganggap buku pelajaran, jadi modusnya seperti itu membungkus ganja dengan lakban cokelat dan dilapisi buku dan mengirim ganja melalui kargo,” ujarnya.

Setelah itu, polisi langsung melakukan penggeledahan terhadap kediaman pelaku tersebut. Di sana, polisi mendapatkan 10 gram sabu yang telah dimasukan ke dalam bungkus rokok.

Tak sampai di situ, tiga hari kemudian pada 17 Juli 2020 sekitar pukul 20.00 Wib, polisi mendapatkan kabar. Jika akan ada pengiriman barang haram tersebut di Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Mengamankan 5 kardus yang memang dialamatkan pada TKP tersebut dengan barang bukti jenis yang sama sebesar 90 bungkus dengan berat 90 kilogram. Juga dibungkus dengan buku LKS tadi. Seolah-olah bahwa ganja ini ya sebagai kamuflase ya, mereka seolah-olah bawa buku pelajaran,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 144 subsider Pasal 111 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 subisider Pasal 112. ” Barang bukti total ganja 160 kilogram dan sabu 9,81 gram,” sebutnya.

Ungkap 131 Kilogram Narkoba Jenis Sabu

Selanjutnya, pada 30 Juli 2020 sekitar pukul 01.00 Wib polisi menangkap dua orang pelaku yakni AP alias Bedul, HG alias Bonges. Keduanya ditangkap terkait peredaran narkoba jenis sabu seberat 131 kilogram.

“Untuk TKP di Kompleks Lemigas Jalan Panjang Cipulir, Jakarta Selatan. Ada dua tersangka AP dan HG,” ucapnya.

Untuk pengiriman barang haram tersebut dilakukan dengan menggunakan truck Fuso warna kuning. “Untuk modus operandi, sebenarnya ini untuk pengiriman, menggunakan truck dan sebagai kamuflase, seolah-olah truk ini mengangkut batu bata dan di dalamnya ada sabu,” ungkapnya.

Para pelaku yang ditangkap tersebut diketahui merupakan jaringan Sumatera-Jawa yang mana pengiriman barang tersebut melalui Jakarta. Untuk sabu yang mereka bawa tersebut dengan menggunakan tas.

“Dan ini memang teknik yang digunakan memakai teknik cover by. 2 tersangka tadi berikut barang bukti 131 kilogra. sabu ini disimpan dalam tas. Jadi ada 6 tas yang berisi plastik kemasan silver yang disimpan di tumpukan batu dan keduanya merupakan kurir yang diperintahakan oleh orang yang saat ini masih DPO atas nama Santi alias Selvi. Pelaku utama masih DPO dan kami kejar dan akan kami cari,” ujarnya.

“Kedua kurir berada di TKP dan sedang menunggu seseorang yang diperintahkan untuk mengambil truck tersebut. Tapi kita tunggu, akhrinya sesuai informasi truck tersebut akan ada yang mengambil dan saat dia datang kita amankan. Tetapi untuk tersangka utama tetap kita kejar,” sambungnya.

Untuk barang bukti yang diamankan atas penangkapan tersebut yakni abu berat brutto 131 Kilogram, dua Handphone Samsung dan truk Fuso warna kuning nomor Polisi BM 9221 OU. “Para lelaku dikenakan Pasal 144 subsider Pasal 111 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 subisider Pasal 112,” ucapnya.

“Dari jumlah barang bukti yang disita, ada 131 kilogram sabu dan 160 kilogram ganja ini kalau kita lihat, estimasi korban yang bisa diselamatkan adalah 975 ribu, 50 jiwa. Jadi cukup besar masyarakat yang kami selamatkan dari barang haram tersebut,” tutupnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *