Tanpa Asesmen, GMDM Jatim Menyoalkan Polsek Simokerto Lepas 2 Tersangka Narkoba

Terkait pelepasan pelaku narkoba yang dilepaskan oleh Polsek Simokerto, Surabaya membuat Badan Koordinasi Nasional Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (BAKORNAS GMDM) Jatim angkat bicara, pasalnya pelepasan dua tersangka itu tidak melalui mekanisme proses Asesmen.

Dari pemberitaan sebelumnya, Tersangka kasus narkoba ditangkap anggota polsek Simokerto. Mereka berjumlah 5 tersangka, yaitu Suhari alias Gorbacok (38), Saifudin (23), Pribadi (39), Roby S (29) warga Gembong Surabaya, ditangkap anggota Reskrim Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya. Mereka digerebek saat nyabu bersama Aris Oniawati (42) warga Banyu Urip Kidul Surabaya.

Namun, meski ditangkap bersamaan, beberapa hari kemudian, Roby dan Oniawati dilepas begitu saja tanpa proses mekanisme Asesmen.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ipda Heri Siwatoro, pimpinan regu saat operasi penggrebekan di kos kawasan Gembong Gang 3 Surabaya. (1/6/19), ” Benar adanya, polisi saat itu mendapati 4 orang pria 1 wanita sedang pesta sabu. Adapun barang bukti yang diamankan, 5 poket kecil sisa sabu-sabu beserta pipet sisa sabu dan alat hisap. Barang bukti lain yakni 1 paket hemat sabu milik Suhari. Kami hanya menangkap, lebih jelasnya tanya pak kanit mas, ” ujarnya.

Sementara, Siswanto selaku Sekretaris GMDM Jatim mengatakan, ” Perbuatan Polsek Simokerto lepas Dua tahanan tanpa melalui mekanisme proses Asesmen itu salah besar, dan tidak taat pada peraturan dan undang-undang yang berlaku. Aturan itu sesuai undang-undang tentang Pelepasan Pemakai atau Pecandu Narkoba yang ditangkap aparat penegak hukum harus melalui mekanisme proses Asesment, ” tegasnya Senin, (15/7/19)

Sambung Siswanto, ” Bila mana barang bukti Narkotika tidak lebih dari yang sudah diatur sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung no. 4 Tahun 2010 tentang Penyalahgunaan Narkoba, maka pelaku bisa dikategorikan sebagai korban yang wajib direhabilitasi, ” cetusnya.

Baca juga: Respati Cobra Polrestabes Surabaya Amankan 3 Pelaku dan 107 Botol Miras
” Disamping itu ada Tim Dokter yang sudah terlatih dan assesor tersertifikasi yang memiliki Keahlian di bidang Medis dan Kejiwaan. Serta ada juga Tim bidang hukum. Petugas TAT dapat menempatkan pencandu ke Lembaga Rehabilitasi sampai penyidikan dinyatakan P. 21 oleh Kejaksaan, ” tuturnya.

” Meskipun tidak dilakukan Penahanan terhadap pecandu, pemberkasan kasus para pecandu tetap dilakukan penyidik hingga ke Meja Hijau, Walaupun secara Hukum tidak di tahan tetapi masuk kepersidangan untuk mendapatkan putusan Hakim. Sampai mendapatkan vonis dari Hakim yang memutuskan pecandu tersebut di Rehabilitasi sesuai pasal 103 Udang – Undang Narkotika, katanya.

” Namun, Jika hasil Asesmen menyatakan tersangka terkait jaringan pengedar maka akan ditahan dan di sidik sesuai Undang-Undang Narkotika, Penahanan tetap dilakukan walaupun barang bukti dibawah ketentuan yang diatur dalam SEMA. 4/2010. Kebijakan hukum penahanan terhadap penyalahgunaan Narkotika, ” pungkasnya.

H. Hafidz (Abunawas) selaku Penasehat GMDM Jatim menambahkan, ” Perbuatan Polsek Simokerto lepas 2 tersangka Narkoba tanpa proses Asesmen itu salah. Pertama harus di cegah, dilindungi, diselamatkan, dijamin pengaturan upaya Rehabilitasi Medis dan Sosial. Dasar tersebut sesuai ketentuan yang mengacu pada Pasal 127 Undang-Undang Narkotika. Kalau memang penyalahguna ketergantungan wajib Rehab sesui pasal 54 Undang-Undang Narkotika, ” pungkasnya.

Perlu diketahui menurut KUHAP, bagi anak-anak penyalahguna ketergantungan Narkoba tidak memungkinkan untuk di tahan karena di bawah umur, penyidik di beri kewenangan untuk menempatkan ke rehab, berdasarkan PP nomor 25 tahun 2011 turunan Undang-Undang Narkotika.

Terpisah, dari pemberitaan sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Simokerto Iptu Suwono mewakili Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih mengaku, kedua tersangka dilepas karena tidak terbukti.

” Tersangka 4 orang yang berada di lokasi (kos) diamankan semua oleh anggota, hasil pemeriksaan 2 orang tidak ikut konsumsi sabu, kami sudah sesuai peraturan yang berlaku, jika ada rumor kami terima uang 50 juta itu tidak benar mas, ” Pungkas Suwono (11/7/19), tanpa menunjukkan surat Asesmen saat dikonfirmasi di ruangannya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *